Minggu, 05 Januari 2014

Bagaimana Cara Mendidik Anak : Orang Tua Yang “Aneh” Mengetahui Sesuatu

Bagaimana cara mendidik anak dengan berlaku sebagai orang tua yang “aneh” ?.  Ciri orang tua yang "aneh"  yaitu mereka memiliki minat, kepercayaan, pandangan, sikap, nilai atau gaya pribadi yang sangat mereka sukai, sehingga anak merekapun tidak dapat mengubah mereka.  Mereka memegang teguh sudut pandang mereka yang unik walaupun diperolokkan atau ditentang.  Inilah yang menghasilkan perilaku yang membedakan mereka dari orang lain.  Di luar rumah mungkin mereka tampak normal saja, tetapi di rumah mereka bebas mengekspresikan keanehan mereka.

Orang tua yang "aneh" cenderung menghargai apapun dalam diri mereka yang menjadikan mereka "aneh".  Hal itu dapat berupa bakat, minat atau sikap yang sangat mereka sukai.  Keterikatan mereka terhadap kepercayaan adalah luar biasa.

Hasrat  "aneh" orang tua terhadap sesuatu minat, seringkali mereka sampaikan kepada anak.  Dari situ anak belajar bahwa menginginkan sesuatu itu bukan saja mungkin melainkan juga bisa diharapkan secara menggebu.

Pada usia tertentu ketika hasrat yang menggebu-gebu terhadap sesuatu itu jarang ada, berhasil mempelajarinya pada usia dini dapat membantu seseorang berhasil di kemudian hari.  Keberhasilan yang berarti biasanya merupakan hasil dari dedikasi sepenuh hati.

Orang tua yang "aneh" mempunyai perasaan yang kuat mengenai bidang yang diminatinya, dan akan bertindak sesuai dengan perasaan tersebut.  Anak memiliki perasaan yang kuat mengenai sesuatu dan membutuhkan izin untuk bertindak berdasarkan perasaan tersebut.

Bagaimana cara mendidik anak dengan berlaku sebagai orang tua yang “aneh” ?.  Memahami, menguji dan mengasah perasaan yang kuat sangat penting untuk merumuskan peran dirinya dan pekerjaannya kelak dalam hidup.  Berapa banyak orang yang Anda kenal dan sangat berhasil dalam mencari nafkah karena telah mengabdikan diri sepenuhnya terhadap perasaan kuat tersebut?.

Bagaimana cara mendidik anak dengan berlaku sebagai orang tua yang “aneh” ?.  Orang tua yang "aneh" mau mengambil resiko di suatu bidang kehidupan.  Mereka memperlihatkan kerelaan untuk mengambil resiko walaupun tindakan tersebut membuat mereka tampak tolol.  Orang tua yang "aneh" dapat dikatakan mempunyai kehidupan yang sangat kaya, dengan menciptakan perasaan antisipasi yang menggoda dalam diri anak mereka.

Bagaimana cara mendidik anak dengan berlaku sebagai orang tua yang “aneh” ?.  Orang tua yang "aneh"  tidak dapat diramalkan dalam batasan tertentu, sehingga anak mereka harus mengamati dengan seksama, agar supaya tidak ketinggalan dalam hal apapun yang dikerjakan orang tuanya dan kesenangan yang terkait dengannya.


Bagaimana cara mendidik anak dengan berlaku sebagai orang tua yang “aneh” ?.  Orang tua yang "aneh" mengetahui cara menjalani hidup sambil mengasuh anak mereka.  Dalam berperan sebagai orang tua, mereka tidak kehilangan kepribadian mereka.  Mereka menghindari kebencian dan kemarahan yang dirasakan banyak orang tua lain, meskipun mereka menyangkalnya.  Orang tua yang "aneh" benar-benar "aneh", tetapi mereka menyenangkan !.

Cara Orang Tua Mendidik Anak : Pentingnya Bersikap “aneh”

Cara orang tua mendidik anak apakah akan mempengaruhi sepenuhnya kepribadian anak ?.  Para pakar perkembangan anak belum mempunyai jalan keluar untuk memecahkan masalah “sifat lawan pengasuhan”. Mereka terus berdebat mengenai apa yang lebih penting : hal-hal yang terjadi pada anak setelah dilahirkan ataukah sifat keturunan yang merupakan bawaan anak ?. 

Sebagian besar anak beranggapan bahwa ada sesuatu yang “aneh” pada diri mereka.  Sewaktu mulai bersekolah mereka seringkali menyimpulkan bahwa mereka berbeda dengan anak lain.  Setelah anak menyadari bahwa dirinya “aneh”, hal ini mengganggunya.

Ada anak yang dilahirkan “aneh”, sementara anak lain menjadi “aneh” akibat pendidikannya.  Banyak kejadian “aneh” yang menimpa dirinya terjadi diluar dugaannya.  Memiliki orang tua yang sedikit “aneh” sebenarnya membantu mengatasi ke”aneh”an yang dimilikinya.

Sikap “aneh” Seperti Apa ?

“Aneh” dalam hal ini adalah perilaku di luar dugaan yang membuat orang lain selalu waspada.  Oleh karena ketika mereka beranggapan telah memahami betul anak, ternyata anak melakukan sesuatu yang “aneh” dan mengejutkan orang tuanya.  Hal ini juga berlaku sebaliknya, yakni anak dikejutkan oleh perilaku orang tua mereka.  Dalam hal ini sikap orang tua yang spontan.  Orang tua yang melakukan kebalikan dari apa yang diharapkan anak dan bisa jadi belum pernah dilihatnya.

Orang tua yang “aneh” adalah orang tua yang tidak takut tampak konyol di mata anaknya, orang yang tidak takut merendahkan derajatnya dan “berlaku seperti seorang anak”.  Bersikap “aneh” adalah cara lain untuk memperkokoh ikatan Anda dan anak.  Orang tua yang lebih baik mempunyai ikatan yang kokoh dengan anak mereka, walaupun mereka tidak memegang kendali secara absolut.

Orang Tua Yang “aneh” Itu Menyenangkan

Salah satu cara orang tua mendidik anak yang disarankan adalah menjadi orang tua yang “aneh”.  Sebagian besar anak mempunyai dua perasaan yang saling bertolak belakang mengenai orang tuanya yang “aneh”.  Di satu sisi sikap “aneh” adalah sumber kegembiraan dan kesenangan diluar dugaan yang membuat anak ditangani selayaknya seorang anak, yang membuat ia tetap tertarik dan menaruh perhatian kepada orang tuanya.  Sebaliknya, pada tahap perkembangan tertentu anak butuh penyesuaian diri dan bertindak sesuai dengan itu, sehingga memiliki orang tua yang “aneh” menjadi beban yang sulit ditanggung.

Orang tua yang lebih baik secara naluri dapat memahami perbedaan antara menjadi teladan yang baik dan bagaimana cara mendapatkan kasih dan rasa hormat anak dengan berhubungan secara emosional dengan mereka, dengan cara-cara yang menantang umum namun tidak membahayakan.


Mendidik Anak Sejak Dini : Mencari Tau Sifat Baik Anak

Mendidik anak sejak dini sangat dibutuhkan, diantaranya adalah dalam hal mencari tau sifat baik anak sejak dini.  Orang tua yang lebih baik dapat melihat sifat baik yang terdapat pada tindakan anak yang sebenarnya patut dihukum.  Kebutuhan menghukum seorang anak yang telah melanggar aturan atau mengganggu ketentraman umum bukanlah alasan untuk mengabaikan sifat baik yang mungkin sebenarnya motif perilaku tersebut.

Bilamana anak diberitahu, bukannya ditegur atau dihukum, peristiwa tersebut akan besar manfaatnya dan diingatnya untuk jangka waktu lama.

Berikut ini beberapa contoh sifat baik dalam tindakan :

·         Meskipun anak mungkin telah berbohong demi melindungi temannya, sikap setia itu adalah sifat yang baik.

·         Bilamana anak pergi ke sekolah dengan perasaan takut dan cemas, maka tindakan pergi ke sekolah dan pulang ke rumah adalah tindakan yang berani karena ia tetap pergi juga walaupun merasa takut.

·         Meskipun anak menyobekkan celana sewaktu berusaha memanjat pohon bersama anak yang lebih besar, keuletannya sewaktu menghadapi kesulitan adalah sifat yang baik.

·         Walaupun ia berani membantah guru, keinginanya untuk mempertahankan integritasnya ketika menghadapi tuduhan guru yang tidak benar menunjukkan martabatnya.

·         Sifat baik anak terlihat pada saat ia memberikan mainannya yang mahal dan baru Anda belikan kepada orang yang kurang beruntung.

·         Meski anak Anda yang masih duduk di TK menceritakan kepada gurunya bahwa Anda dan pasangan Anda bertengkar pada waktu liburan, ia seharusnya mendapat nilai tambah untuk keterusterangannya.

·         Perasaan kasihan mungkin merupakan motif anak ketika ia tidak mengadukan temannya yang mencuri sesuatu di toko serba ada.


Walaupun orang tua telah mendidik anak sejak dini dan ia selalu dapat melihat sifat baik anaknya, namun ia tetap harus memberitahukan kepada anak hal yang sebaiknya atau seharusnya ia lakukan, bagaimana menyikapi suatu kejadian, memberitahukannya hal yang baik dan yang buruk, tanpa harus menegur atau menghukumnya.

Peranan Orang Tua Dalam Mendidik Anak : Tekankan Sifat Baik

Peranan orang tua dalam mendidik anak sangatlah besar dalam membentuk harga diri anak.  Salah satu sebab rendahnya harga diri seseorang adalah karena mereka tidak mampu mengenali sifat baik dan positif yang dimilikinya.  Sebagian dari kita menderita akibat semua kesalahan lebih digaris bawahi ketimbang sifat baik kita.  Kadang-kadang kita wariskan hal ini pada anak kita.

Sebenarnya orang lebih berbudi luhur alias memiliki sifat baik dibandingkan dengan penilaiannya sendiri.  Sifat baik mencerminkan karakter yang baik, karakter yang baik menghasilkan perilaku yang kita sebut berbudi luhur.  Salah satu tindakan terpenting yang dapat kita lakukan terhadap anak adalah menunjukkan sifat baiknya sebagai ganti dari menunjukkan semua kesalahannya.

Anda dapat menunjukkan kepada anak bahwa ia memiliki berbagai sifat baik walaupun banyak melakukan kesalahan.  Apabila orang tidak dapat mengenali ciri-ciri baik yang dimilikinya dengan sebutan yang cocok, maka sulit sekali baginya untuk mempunyai citra yang positif tentang dirinya.  Apabila orang tidak pernah belajar melihat kebaikan yang ada pada dirinya, maka ia akan mengubah karakter apapun yang dimilikinya menjadi perilaku yang membuatnya disegani oleh kelompok tertentu. Disinilah perlunya peranan orang tua dalam mendidik anak.

Perilaku kelompok dan kenakalan pada umumnya yang seringkali merupakan pengubahan upaya kaum muda agar terlibat sebagai orang berbudi luhur.  Sayang sekali mereka harus mengacaukan loyalitas, kepercayaan, kasih sayang, keberanian, dan kebajikan lainnya dengan cara yang kecil nilai sosialnya.  Mereka mungkin tidak akan mengikuti aturan jalanan apabila mereka memiliki perasaan yang lebih kokoh mengenai semua sifat baik mereka.  Anda harus mengambil tindakan untuk melindungi anak Anda dari akibat tersebut.

Anda mungkin bertanya-tanya, apa saja sifat baik yang ada pada diri anak Anda, jikalau ada !.  Bagaimana seorang anak kecil dapat memiliki sifat baik bilamana untuk tidak mengompolpun ia tidak pernah dilatih ?  Sebagian besar anak biasanya mengacaukan segala, itulah sebabnya sulit menemukan hal-hal positif dari dirinya.  Apakah kini Anda sudah menyadari bagaimana peranan orang tua dalam mendidik anak ?.

Sifat baik menjadi semakin rumit oleh banyaknya soal etika yang dikaburkan oleh ketidakjelasan.  Bersikap jujur atau setia ?  Sebaiknya kita memperlihatkan rasa kasihan atau berpegang pada prinsip ? Apakah kita harus mementingkan orang lain atau diri sendiri ?.

Dalam dunia kita yang rumit ini kata sifat baik dibuat semakin rumit oleh adanya berbagai soal yang perlu dihadapi, sehingga prinsip moral menjadi bertambah sulit.  Kita terperangkap dalam masalah tersebut dan anak ikut menderita bersama kita.  Itulah sebabnya kita harus menolong diri sendiri dan anak kita untuk mengatasi dilema etika dan moral yang dihadapinya.  Mengetahui sifat baik yang dimilikinya sendiri akan sangat bermanfaat.

Mengatakan sesuatu mengenai sifat baik yang dimiliki anak adalah hal terbaik yang dapat Anda katakan padanya, lebih-lebih pada saat ia tidak mengharapkannya.  Seorang anak berharap akan dikritik setelah ia berbuat salah, bukannya ditunjukkan sifat baiknya.

Berikut sebuah daftar yang berisi beberapa sifat baik yang sebaiknya Anda cari pada diri anak Anda.  Bilamana Anda menemukannya, tunjukkan kepadanya, terutama disaat ia paling tidak mengharapkannya.

pemberani          jujur           gesit              sopan              tidak kenal takut              percaya diri
Baik hati            tulus            murni            patuh               terus terang                       empati


Kebanyakan kata-kata tersebut tidak kita gunakan dalam percakapan sehari-hari, sehingga terasa lebih istimewa bagi anak.  Ia cenderung menanyakan maknanya kepada Anda.  Cara terbaik untuk mencapai sasarannya adalah menyuruh anak mencari sendiri artinya di kamus (apabila ia telah cukup besar).

Sabtu, 04 Januari 2014

Cara Mendidik Anak Yang Baik Dan Pintar : Memahami Perbedaan Antara Pujian Dan Sikap Positif

Cara mendidik anak yang baik dan pintar salah satunya adalah memahami perbedaan antara pujian dengan sikap positif.   Mengucapkan sesuatu yang menyenangkan kepada seorang anak tidaklah harus berupa pujian.  Ucapan tersebut tidak perlu mengandung penilaian, meskipun mungkin saja demikian. 

Mengatakan sesuatu yang menyenangkan kepada anak banyak manfaatnya.  Apabila Anda merasa senang, sebaiknya beritahukan anak, meskipun perkataan Anda tidak ada sangkut pautnya dengannya. Katakan sesuatu yang menyenangkan mengenai keberhasilan yang Anda peroleh, juga mengenai keberhasilan anak. Biarkan anak mengetahui bahwa Anda mempunyai perasaan positif. 

Anda tidak perlu membuat anak sependapat dengan Anda bahwa hari ini adalah hari yang menyenangkan ; mungkin ia tidak mau mengatakannya, supaya Anda jengkel.  Tetapi yang paling penting adalah memberitahu anak bahwa Anda berpikir positif tentang berbagai hal di sekeliling Anda, karena pandangan Anda terhadap hidup pada umumnya berarti penting baginya, apakah ia akan bertindak seperti itu atau tidak.

Hal Yang Menyenangkan Untuk Dikatakan :

·         Anda dapat mengatakan sesuatu yang menyenangkan mengenai ciri “pribadi” anak yang menyenangkan, supaya ia tahu bahwa orang tidak harus selalu melakukan sesuatu agar pantas dipuji.

·         Anda dapat mengatakan sesuatu yang baik mengenai sesuatu yang telah dikerjakan anak, yang menunjukkan bahwa kinerja yang baik dapat memberikan perasaan yang menyenangkan.

·         Anda dapat mengatakan sesuatu yang menyenangkan tentang diri Anda untuk menunjukkan bahwa tidak ada salahnya orang menghargai diri sendiri secara positif.  Anda memberitahu anak bahwa Anda dapat saja merasa nyaman sendiri tanpa selalu mendapatkan pujian dari orang lain.

·         Anda dapat mengatakan sesuatu yang menyenangkan tentang orang lain untuk menunjukkan bahwa tidak ada salahnya apabila kita mempunyai pemikiran yang baik mengenai orang lain meski ia tidak berada di dekat kita.

·         Anda dapat mengatakan sesuatu yang menyenangkan mengenai apa saja untuk memperlihatkan bahwa Anda dapat merasa nyaman dengan berpikiran positif tentang seseorang atau sesuatu.

·         Anda dapat mengatakan sesuatu yang menyenangkan tentang sebuah pohon, matahari terbenam, atau warna suatu bangunan untuk menunjukkan bahwa baik juga mendapatkan kepuasan dari hal-hal yang ada dalam kehidupan sehari-hari.

·         Anda dapat mengatakan sesuatu yang baik mengenai seseorang atau sesuatu yang juga memiliki ciri-ciri yang tidak Anda sukai untuk memperlihatkan bahwa hidup bukan hanya warna hitam dan putih, dan bahwa yang baik dan yang buruk seringkali jalan berdampingan.

Ucapan yang menyenangkan memperlihatkan bahwa Anda memiliki sikap yang positif. Sikap positif adalah sifat yang harus dimiliki orang tua.  Sikap ini bertalian dengan menyampaikan pandangan hidup yang positif, yang nantinya menular ke anak.

Mengatakan sesuatu yang menyenangkan seringkali dapat memperlunak tajamnya kritikan.  Anda tidak perlu selalu mengucapkan kata-kata yang menyenangkan.  Banyak diantara kita lebih sering mengatakan sesuatu yang menyenangkan kepada orang lain ketimbang anak sendiri.  Ini disebabkan karena kita lebih sering menilai anak sendiri daripada menilai orang lain.


Ada beberapa orang tua yang selalu menilai hampir semua orang.  Anak mereka juga menjadi pengkritik yang pedas atau bila beruntung, ia akan tumbuh menjadi orang yang bertolak belakang dari orang tuanya.  Buah apel tidak akan jatuh jauh dari pohonnya dan jarang sekali tumbuh sendiri menjadi pohon apel yang besar.  Orang tua yang lebih baik akan menggunakan cara mendidik anak yang baik dan pintar dan tidak akan menjadi pengkritik yang pedas.

Jumat, 03 Januari 2014

Kiat Sukses Mendidik Anak : Menggunakan Pujian Dan Kritikan Dengan Cara Paling Efektif

Kiat sukses mendidik anak salah satunya adalah dalam hal memberikan pujian dan kritikan dengan cara yang paling efektif.  Memuji anak di saat ia mengharapkan pujian Anda menunjukkan bahwa Anda hanya melakukan apa yang “seharusnya” dilakukan oleh orang tua yang baik.  Hal ini tidaklah seburuk itu.  Biasanya membawakan peran yang diharapkan oleh anak itu baik dan merupakan salah satu dasar dari rasa aman.  Tetapi memuji atau mengkritik pada waktu anak mengharapkannya dapat mengecilkan nilainya.

Ketika anak memperlihatkan pekerjaan sekolah yang menurutnya bagus, ia mencari pujian untuk memantapkan perasaannya sendiri.  Boleh saja memujinya, tetapi penilaian si anak terhadap prestasinya perlu dijadikan pedoman dan bukan berdasarkan penilaian Anda.

Bilamana anak mengetahui bahwa ia telah berbuat salah dan tidak menyembunyikannya dari Anda, dalam otaknya telah terbayang kritik serta hukuman dari Anda, walaupun Anda belum mengucapkannya sepatah katapun.  Anak Anda akan mengetahui kapan ia telah berbuat salah apabila ia telah belajar menilai prestasinya sendiri.

Apabila Anda bercermin pada pujian dan kritikan khususnya yang menonjol dalam hidup Anda, Anda akan mendapati bahwa banyak dari pujian dan kritikan tersebut yang mempengaruhi Anda karena tidak diharapkan.  Mengucapkan kata-kata yang menyenangkan kepada anak-anak sewaktu ia tidak mengharapkannya akan terus terasa dampaknya.

Bayangkan apa yang akan terjadi apabila Anda memasuki ruang keluarga sewaktu putra Anda menonton acara TV kesayangannya dan tiba-tiba Anda mematikannya.

Anak      : “Mengapa dimatikan Bu…?”
Ibu         : “Ada sesuatu tang ingin Ibu katakan”
Anak      : “ Ah Bu, nyalakan kembali TV nya, aku sedang menonton acara kesayanganku…”
Ibu         : “Sebentar.  Ada sesuatu yang perlu Ibu sampaikan kepadamu”
Anak      : “Apa yang harus aku lakukan ?”
Ibu         : “Sesungguhnya tidak ada. Ibu hanya berpikir, betapa beruntungnya Ibu mempunyai anak seperti kamu. Ibu ingin kamu mengetahui bahwa Ibu benar-benar menghargai sebagian besar dari yang kamu lakukan untuk Ibu”.
Anak      : “Apa ? Sudah ? Maukah Ibu menyalakan tv nya sekarang ?”
Ibu         : “Katakan ‘tolong’, ayo “
Anak      : “Tolong, Bu ! Tolonglah!”
Ibu (tertawa)  : “Baiklah anak manis”

Anak mungkin tidak akan memuaskan Anda dengan memberitahu betapa besar arti pujian yang tidak terduga-duga itu baginya. Ia tidak akan turun dari sofa dan melakukan sesuatu yang menyenangkan Anda. Yang paling mungkin adalah hatinya kan sedikit berbunga-bunga, memikirkan mengapa Anda memujinya begitu saja.

Ia akan memikirkan apa yang telah diperbuatnya sehingga Anda sangat menghargainya, karena ia merasa Anda selalu menaruh perhatian padanya.  Ia juga cenderung memiliki perasaan yang baik terhadap Anda.  Bagaimanapun juga, Anda akhirnya mengakui sesuatu yang telah diketahuinya sejak lama – bahwa ia adalah anak yang lebih baik daripada anggapan Anda terhadapnya selama ini.

Anda akhirnya menunjukkan pemahaman Anda ! bahwa Anda mengucapkannya sewaktu anak tidak mengharapkan semakin menguatkan pergantian sikap tersebut.  Itulah salah satu pujian yang akan selalu diingatnya.


Jangan lupa mengucapkan kata-kata yang menyenangkan kepada anak Anda.  Letakkan sebuah catatan di pintu lemari es untuk mengingatkan Anda.  Mengejutkan anak dengan kata-kata yang menyenangkan sewaktu ia sedang mengerjakan sesuatu adalah cara terbaik.  Sebaiknya ucapkanlah sewaktu tidak ada orang lain di dekat Anda, sehingga Anda tidak akan dituduh pamer.  Sudah barang tentu kata-kata tersebut tidak dapat diucapkan apabila Anda jarang berada di dekat anak Anda dan bercakap-cakap dengannya.

Cara Cerdas Mendidik Anak : Pahami Bahwa Pujian Tidak Menaikkan Harga Diri

Cara cerdas mendidik anak sangat diperlukan orang tua agar tidak salah dalam mendidik anak.  Salah satunya adalah memahami bahwa pujian ternyata  tidak akan menaikkan harga diri anak.  Banyak orang berpendapat bahwa pujian akan menaikkan harga diri dengan kata lain anak secara otomatis tidak akan rendah diri.  Dalam kenyataannya tidak demikian.  Pujian hanya memantapkan harga diri yang telah tinggi atau mengukuhkan pengalaman yang  telah berdampak positif terhadap harga diri anak. 
Anak senang menerima pujian, tetapi ia juga senang apabila diberitahu hal yang sebenarnya.  Bilamana ia dipuji untuk sesuatu yang diketahuinya sebagai hal biasa atau lebih buruk, maka nilai pujian tersebut berkurang, demikian pula kredibilitas orang yang memujinya.

Anak yang memiliki harga diri rendah mengabaikan sifat-sifat baik yang dipunyainya dengan membuat orang memperhatikan kesalahan atau ketidak mampuannya.  Itulah sebabnya banyak sekali anak dengan harga diri rendah terobsesi mencari pujian, karena ia tidak dapat memberikannya kepada dirinya sendiri.  Paradoks yang diciptakan oleh hal itu yaitu anak seperti ini tergantung pada pujian yang datang dari sumber di luar dirinya, bukannya belajar mempercayai rasa puasnya sendiri bilamana ia berhasil mengerjakan sesuatu dengan baik.

Bilamana seorang anak mencari pujian, tidak ada salahnya bila Anda berikan, tetapi janganlah berlebihan.  Membantu anak memoles kemampuan mengevaluasi diri adalah hal penting.  Misalnya, sebagai ganti dari tindakan langsung memuji gambar yang dilukisnya, tanyakan pendapatnya mengenai gambar itu.  Apabila ia mengatakan bahwa ia menyukainya, doronglah dengan menambahkan “Baik, karena sudah sepantasnya kamu menyukainya”.  Apabila ia tidak menyukainya, tanyakan alasannya.

Kapan Sebaiknya Memberikan Pujian

Orang tua harus mengetahui cara cerdas mendidik anak dalam memberikan pujian.  Tidak semua pujian akan berdampak positif untuk anak. Pujian paling baik digunakan untuk menguatkan kepuasan anak atas hasil kerjanya.  Pujian akan lebih efektif bilamana diberikan kepada anak yang sedang merasa senang ketimbang di saat ia merasa tidak senang.  Selain itu, pujian akan efektif bilamana ditujukan pada sesuatu yang dirasakan memang baik oleh anak daripada untuk mengubah penilaian anak tentang hasil kerjanya.

Cara cerdas mendidik anak dalam memuji lainnya adalah dalam hal pemilihan waktu memberikan pujian. Pemilihan waktu penting sekali.  Jangan membuat anak begitu tergantung pada pujian sehingga membiarkannya mengabaikan penilaiannya sendiri.  

Bilamana anak merasa tidak menyukai dirinya sendiri, sebaiknya bantulah ia memahami mengapa ia merasa seperti itu.  Standarnya sendiri mungkin terbentuk di seputar persoalan tersebut dan mungkin lebih tinggi daripada standar Anda.  Sama seperti kita, anak perlu belajar bahwa mengkritik diri sendiri itu baik untuk meningkatkan prestasinya.  Namun demikian, terlalu berlebihan mengkritik diri juga tidak baik.

Bilamana pujian diberikan kepada anak sesuai dengan penilaiannya yang positif mengenai dirinya atau situasi tersebut, maka pujian tersebut dapat mengurangi tajamnya kritik.  Anak akan merasa “lebih aman” berada di dekat Anda sebab ia tidak merasa harus terus menerus berhati-hati sewaktu Anda berada didekatnya.

Tetapi yang lebih penting, ia belajar mempercayai penilaian Anda yang dihubungkan dengan nilainya sendiri.  Bilamana seorang anak merasa senang dengan sesuatu yang telah dikerjakannya, dan Anda memuji hasilnya, ini menunjukkan bahwa Anda peka terhadap perasaan anak.  Kesadaran ini meningkatkan kredibilitas Anda, bahkan sewaktu memberikan penilaian negatif (kritik). 


Orang tua yang lebih baik menggunakan cara cerdas mendidik anak sehingga ia mempunyai kredibilitas lebih tinggi di mata anaknya, mereka lebih sering dipercaya.  Orang tua yang lebih baik telah belajar untuk tidak terlalu berlebihan sewaktu memuji atau mengkritik dan menyelaraskannya dengan perasaan anak.