Minggu, 29 Desember 2013

Tips Mendidik Anak Yang Baik : Memahami Bagaimana Anak Menanggapi Pujian Dan Kritikan

Tips mendidik anak yang baik selanjutnya adalah mengetahui bagaimana anak menanggapi pujian dan kritikan.  Kadang kala orang tua dikagetkan dengan reaksi anak terhadap pujian atau kritikan yang ia berikan pada anaknya.

Cara anak bereaksi terhadap pujian dan kritikan seringkali membingungkan orang tua.  Kadang-kadang seorang anak bereaksi terhadap pujian dengan bersikeras bahwa pujian tersebut tidak beralasan, karena dirinya tidak sebaik itu.  Anak yang harga dirinya rendah akan segera berbuat sesuatu setelah dipuji agar dikritik atau dihukum.  Sementara anak lain rupanya tidak pernah merasa puas dengan pujian yang diterimanya, meskipun telah diberikan secara berlimpah.

Dalam hal reaksi anak terhadap kritikan yang dilontarkan orang tuanya, ada anak yang tidak bereaksi terhadap kritikan, sementara anak lain hancur oleh cemoohan atau kritikan yang ringan menurut orang tua atau orang yang mengkritiknya. 

Karena Anda sebagai orang tua tidak benar-benar mengetahui perasaan anak yang sebenarnya, maka sulit untuk mengatakan bagaimana seorang anak akan bereaksi.  Apa yang Anda rasakan tentang dirinya disaat memuji atau mengkritiknya, dan bagaimana sikap Anda saat memuji dan mengkritiknya akan menentukan cara anak menyikapi penilaian tersebut. 

Biasanya, cara terbaik adalah membatasi jumlah pujian dan kritikan terhadap anak.  Oleh karena itu, bilamana Anda melakukannya, lakukan sedemikian rupa sehingga pujian atau kritikan tersebut dapat  lebih berarti buat anak.

Pujian adalah penilaian positif, sedangkan kritikan adalah penilaian yang negatif. “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi” adalah pepatah yang telah usang dimakan waktu, namun cocok sekali untuk masalah peran sebagai orang tua.

Menilai orang lain bisa merumitkan, karena seringkali akan terlempar kembali.  Penilaian seringkali dibuat tanpa adanya informasi yang cukup dan akan kembali menghantui kita. Kita tidak menyukai orang yang “terlalu mudah menilai”.  Masyarakat kita adalah masyarakat yang ambivalen dalam soal apakah kita sebaiknya menerima orang lain sebagaimana adanya ataukah menilainya berdasarkan standar yang tinggi.

Kebebasan pribadi dan kesesuaian dengan kelompok adalah bertentangan.  Sama seperti kita, anak yang juga merupakan anggota masyarakat yang penuh paradoks dibingungkan oleh dilema ini.  Oleh karenanya menurut saya jauh lebih baik apabila sesekali waktu kita mengatakan sesuatu yang menyenangkan kepada orang lain atau kepada anak kita, ketimbang memujinya.  Ucapan tersebut akan disambut dengan baik, terutama apabila diucapkan di saat orang tersebut atau anak kita tidak sedang  mengharapkannya.

Dapatkan tips mendidik anak yang baik tentang bagaimana memberikan pujian dan kritikan pada artikel selanjutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar