Tips mendidik anak yang baik selanjutnya adalah mengetahui bagaimana anak
menanggapi pujian dan kritikan. Kadang
kala orang tua dikagetkan dengan reaksi anak terhadap pujian atau kritikan yang
ia berikan pada anaknya.
Cara anak bereaksi
terhadap pujian dan kritikan seringkali membingungkan orang tua. Kadang-kadang seorang anak bereaksi terhadap
pujian dengan bersikeras bahwa pujian tersebut tidak beralasan, karena dirinya
tidak sebaik itu. Anak yang harga
dirinya rendah akan segera berbuat sesuatu setelah dipuji agar dikritik atau
dihukum. Sementara anak lain rupanya
tidak pernah merasa puas dengan pujian yang diterimanya, meskipun telah
diberikan secara berlimpah.
Dalam hal reaksi anak
terhadap kritikan yang dilontarkan orang tuanya, ada anak yang tidak bereaksi
terhadap kritikan, sementara anak lain hancur oleh cemoohan atau kritikan yang
ringan menurut orang tua atau orang yang mengkritiknya.
Karena Anda sebagai
orang tua tidak benar-benar mengetahui perasaan anak yang sebenarnya, maka
sulit untuk mengatakan bagaimana seorang anak akan bereaksi. Apa yang Anda rasakan tentang dirinya disaat
memuji atau mengkritiknya, dan bagaimana sikap Anda saat memuji dan
mengkritiknya akan menentukan cara anak menyikapi penilaian tersebut.
Biasanya, cara terbaik
adalah membatasi jumlah pujian dan kritikan terhadap anak. Oleh karena itu, bilamana Anda melakukannya,
lakukan sedemikian rupa sehingga pujian atau kritikan tersebut dapat lebih berarti buat anak.
Pujian adalah
penilaian positif, sedangkan kritikan adalah penilaian yang negatif. “Jangan
kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi” adalah pepatah yang telah usang
dimakan waktu, namun cocok sekali untuk masalah peran sebagai orang tua.
Menilai orang lain
bisa merumitkan, karena seringkali akan terlempar kembali. Penilaian seringkali dibuat tanpa adanya
informasi yang cukup dan akan kembali menghantui kita. Kita tidak menyukai orang
yang “terlalu mudah menilai”. Masyarakat
kita adalah masyarakat yang ambivalen dalam soal apakah kita sebaiknya menerima
orang lain sebagaimana adanya ataukah menilainya berdasarkan standar yang
tinggi.
Kebebasan pribadi dan
kesesuaian dengan kelompok adalah bertentangan.
Sama seperti kita, anak yang juga merupakan anggota masyarakat yang
penuh paradoks dibingungkan oleh dilema ini.
Oleh karenanya menurut saya jauh lebih baik apabila sesekali waktu kita
mengatakan sesuatu yang menyenangkan kepada orang lain atau kepada anak kita,
ketimbang memujinya. Ucapan tersebut
akan disambut dengan baik, terutama apabila diucapkan di saat orang tersebut atau
anak kita tidak sedang mengharapkannya.
Dapatkan tips
mendidik anak yang baik tentang bagaimana memberikan pujian dan kritikan
pada artikel selanjutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar