Peran orang tua dalam mendidik anak salah satunya adalah
dengan menciptakan atau memberikan beberapa pilihan kepada anak. Banyak
perebutan kekuasaan terjadi karena orang-orang yang terlibat beranggapan mereka
tidak mempunyai pilihan. Orang tua
merasa akan kehilangan kendali, kecuali apabila anak mengerjakan apa yang
mereka kehendaki, kapan dan dimana mereka menghendaki anak melakukannya.
Dalam perebutan kekuasaan
nampaknya orang tua seringkali bermaksud mengurangi kekuasaan anak sampai
habis. Anak menolak sepenuhnya sebab ia
merasa kompromi seperti itu akan mengurangi kekuasaannya. Kadang-kadang peranan tersebut terbalik. Dengan memberi anak beberapa pilihan, orang
tua mendapatkan lebih banyak kendali.
Orang yang merasa
memiliki pilihan bukannya merasa tidak berdaya.
Anggaplah apa yang diperintahkan kepada anak itu pantas, maka Anda
sebaiknya memberikan pilihan kepada anak untuk memutuskan kapan, bagaimana, dan dimana tugas tersebut harus diselesaikannya.
Bilamana anak
diijinkan, diberi dorongan atau diharuskan membuat keputusan yang dapat
dilaksanakannya dengan baik, maka rasa memiliki kuasanya akan bertambah. Bilamana orang memiliki rasa berkuasa yang
sehat, ia tidak perlu terlibat dalam perebutan kekuasaan.
Anak biasanya tidak
menolak permintaan orang tua. Ia
biasanya menolak bagaimana, kapan atau dimana, melakukannya. Bilamana ia tidak dapat mempengaruhi semua
faktor tersebut, dia akan merusak segalanya.
Pastikan diri Anda menjadi orang tua yang lebih baik daripada orang tua
pada umumnya dan memahami bahwa peran orang tua dalam mendidik anak adalah sangat berpengaruh
terhadap pembentukan kepribadian anak.
Berikut bebera saran dalam
memberikan pilihan pada anak :
·
“Kau
hendak mengerjakannya sekarang atau nanti ?”
·
“Bagaimana
kau hendak menyelesaikannya ?”
·
“Apabila
tidak sekarang, lalu kapan ?”
·
“Saya
tidak peduli berapa lama kau akan menyelesaikannya?”
·
“Kau
hendak mandi sekarang atau sepuluh menit lagi ?”
·
“Kau
hendak menggunakan alat penghisap debu atau sapu untuk membersihkan lantaimu ?”
·
“Maukah
kau melakukannya apabila saya memintanya baik-baik atau haruskan saya berteriak
?”
Ada anak yang
membutuhkan pilihan yang sederhana, dengan pilihan tertutup, seperti :”Sekarang
atau sepuluh menit lagi ?”, sementara anak lain membutuhkan pilihan yang
terbuka, seperti :”Dapatkah kamu memberitahu saya kapan kau hendak
menyelesaikan pekerjaan ini ?”. Putuskan sendiri pendekatan mana yang lebih
baik bagi anak Anda.
Salah satu kaidahnya
adalah anak yang lebih kecil sebaiknya diberi pilihan yang telah ditentukan
(tertutup), sedangkan anak yang lebih besar lebih banyak diberi pilihan
terbuka. Anak yang tidak memiliki
kepercayaan diri sebaiknya diberi dua atau tiga pilihan, sedangkan anak yang
percaya diri sebaiknya mendapat pilihan bebas lebih banyak. Dalam hal ini peran orang tua dalam
mendidik anak sangatlah besar .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar