Rabu, 25 Desember 2013

Tips Mendidik Anak : Mengatasi Perebutan Kekuasaan

Tips mendidik anak salah satunya adalah dengan mengetahui cara mengatasi perebutan kekuasaan.
Cara menanggulangi dan menghentikan perebutan kekuasaan tidak sama dengan cara mencegahnya agar tidak terjadi.  Tips berikut bisa Anda coba dalam mengatasi perebutan kekuasaan :

-          Ajukan pertanyaan sebagai ganti memberikan perintah.
-          Sediakan tempat untuk bersembunyi ketika perebutan kekuasaan dimulai.
-          Beri anak lebih dari satu pilihan.
-          Orang yang perlu dikendalikan adalah diri Anda sendiri, bukan anak Anda.
-          Perebutan kekuasaan dapat dihentikan dengan menertawakannya.


Adakah tips mendidik anak yang relevan dengan hal ini? Pembahasan secara rinci saran diatas adalah sebagai berikut :

Pertanyaan Yang Sulit Ditolak 
Orang yang merasa tidak berdaya enggan menyerahkan kekuasaan yang tersisa.  Secara otomatis, ia cenderung menolak apa yang diperintahkan orang lain kepadanya.  Penolakan ini dilakukan tanpa disadarinya dan seketika itu juga.  Hal itu dikenal sebagai keraguan, perilaku yang pasif - agresif, keras kepala.  Hal-hal yang dilakukan orang untuk mengganggu siapa saja yang dianggap mencuri kekuasaan darinya. Menyeru seseorang yang merasa tidak berdaya untuk mengerjakan sesuatu secara otomatis akan menghasilkan reaksi ini.

Apabila Anda mengajukan pertanyaan kepada orang yang sama sebagai ganti memberi perintah, maka dampaknya akan jauh berbeda.  Reaksi otak manusia terhadap tuntunan berbeda dengan terhadap pertanyaan.  Tanggapan pertama yang diberikan orang terhadap suatu perintah adalah langsung menentangnya, tetapi orang akan menganalisis dan mengevaluasi sebuah pertanyaan sebelum menanggapinya.

Bila Anda mengajukan pertanyaan kepada anak, ia membutuhkan waktu sejenak untuk mempertimbangkannya, apakah ia akan menentang Anda atau tidak.  Oleh karena itu, perebutan kekuasaan dapat dihentikan dengan pertanyaan sebagai kata ganti perintah.  Bayangkan dialog ini :

Ibu : “Kerjakan sekarang !”
Anak : “Tidak mau !”
Ibu : “Ya, harus !”
Anak : “Tidak, saya tidak mau”

Inilah yang kira-kira terjadi dalam sebagian besar perebutan kekuasaan bilamana kita kehilangan alternatifnya.  Sepotong percakapan yang membosankan dan tidak bermanfaat tetapi selalu terulang.  Pertimbangkan pendekatan di bawah ini sebagai suatu alternatif tips mendidik anak.

Ibu : “Kamu kau hendak melakukan apa yang saya minta ?”
Anak : “(diam sejenak), saya tidak mau “
Ibu : “Saya tidak menanyakan kapan kau mau, saya tanya kapan kamu akan melakukannya”
Anak : “Tidak akan ! ”
Ibu : “Baiklah, kapan itu ?”
Anak : “Hah?” (menanggapinya dengan pandangan kosong atau bertanya-tanya).

Kini perubahan ini memiliki beberapa kemungkinan.  Menciptakan situasi yang tidak jelas dan membuat sebagian besar anak menjadi tidak enak.  Ketidakjelasan ini membuat suatu wadah yang hampa, tempat sesuatu mengalir kedalamnya.  Apabila Anda mengatakan seperlunya saja, anak terpaksa harus menghadapi ketidakjelasan ini.  Jangan mengharapkan anak akan memberikan tanggapan yang rasional atau logis untuk pertanyaan semacam itu, karena supaya dapat rasional dan logis diperlukan dua orang, sedangkan sejauh ini hanya Andalah yang berpikir rasional dan logis, sedangkan anak tidak.


Semoga tips mendidik anak ini dapat membantu Anda para orang tua dalam mendidik anak dengan lebih baik lagi. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar