Tips mendidik anak salah satunya adalah dengan mengetahui cara mengatasi
perebutan kekuasaan.
Cara menanggulangi dan
menghentikan perebutan kekuasaan tidak sama dengan cara mencegahnya agar tidak
terjadi. Tips berikut bisa Anda coba
dalam mengatasi perebutan kekuasaan :
-
Ajukan
pertanyaan sebagai ganti memberikan perintah.
-
Sediakan
tempat untuk bersembunyi ketika perebutan kekuasaan dimulai.
-
Beri anak
lebih dari satu pilihan.
-
Orang yang
perlu dikendalikan adalah diri Anda sendiri, bukan anak Anda.
-
Perebutan
kekuasaan dapat dihentikan dengan menertawakannya.
|
Adakah tips mendidik anak yang relevan dengan hal ini? Pembahasan secara rinci saran diatas adalah
sebagai berikut :
|
Orang yang merasa
tidak berdaya enggan menyerahkan kekuasaan yang tersisa. Secara otomatis, ia cenderung menolak apa
yang diperintahkan orang lain kepadanya. Penolakan ini dilakukan
tanpa disadarinya dan seketika itu juga.
Hal itu dikenal sebagai keraguan, perilaku yang pasif - agresif, keras
kepala. Hal-hal yang dilakukan orang
untuk mengganggu siapa saja yang dianggap mencuri kekuasaan darinya. Menyeru
seseorang yang merasa tidak berdaya untuk mengerjakan sesuatu secara otomatis
akan menghasilkan reaksi ini.
Apabila Anda
mengajukan pertanyaan kepada orang yang sama sebagai ganti memberi perintah,
maka dampaknya akan jauh berbeda. Reaksi
otak manusia terhadap tuntunan berbeda dengan terhadap pertanyaan. Tanggapan pertama yang diberikan orang
terhadap suatu perintah adalah langsung menentangnya, tetapi orang akan
menganalisis dan mengevaluasi sebuah pertanyaan sebelum menanggapinya.
Bila Anda mengajukan
pertanyaan kepada anak, ia membutuhkan waktu sejenak untuk mempertimbangkannya,
apakah ia akan menentang Anda atau tidak.
Oleh karena itu, perebutan kekuasaan dapat dihentikan dengan pertanyaan sebagai
kata ganti perintah. Bayangkan dialog
ini :
Ibu : “Kerjakan
sekarang !”
Anak : “Tidak mau !”
Ibu : “Ya, harus !”
Anak : “Tidak, saya
tidak mau”
Inilah yang kira-kira
terjadi dalam sebagian besar perebutan kekuasaan bilamana kita kehilangan
alternatifnya. Sepotong percakapan yang membosankan
dan tidak bermanfaat tetapi selalu terulang.
Pertimbangkan pendekatan di bawah ini sebagai suatu alternatif tips mendidik anak.
Ibu : “Kamu kau hendak
melakukan apa yang saya minta ?”
Anak : “(diam
sejenak), saya tidak mau “
Ibu : “Saya tidak
menanyakan kapan kau mau, saya tanya kapan kamu akan melakukannya”
Anak : “Tidak akan ! ”
Ibu : “Baiklah, kapan
itu ?”
Anak : “Hah?”
(menanggapinya dengan pandangan kosong atau bertanya-tanya).
Kini perubahan ini
memiliki beberapa kemungkinan.
Menciptakan situasi yang tidak jelas dan membuat sebagian besar anak
menjadi tidak enak. Ketidakjelasan ini
membuat suatu wadah yang hampa, tempat sesuatu mengalir kedalamnya. Apabila Anda mengatakan seperlunya saja, anak
terpaksa harus menghadapi ketidakjelasan ini.
Jangan mengharapkan anak akan memberikan tanggapan yang rasional atau
logis untuk pertanyaan semacam itu, karena supaya dapat rasional dan logis
diperlukan dua orang, sedangkan sejauh ini hanya Andalah yang berpikir rasional
dan logis, sedangkan anak tidak.
Semoga tips
mendidik anak ini dapat membantu Anda para orang tua dalam mendidik anak
dengan lebih baik lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar