Cara mendidik anak yang baik salah satunya adalah dengan mengenali penyebab timbulnya perebutan kekuasaan. Banyak perebutan kekuasaan yang terjadi
akibat orang tua merasa perlu mengendalikan hal-hal yang sebenarnya menjadi
tanggung jawab anak, bahkan di saat anak masih balita maupun bayi. Yaitu bilamana anak tidak mengerjakan tepat
seperti yang Anda inginkan, maka Anda akan berusaha mengendalikan anak dengan
cara apapun agar anak mengerjakan sesuatu sesuai dengan yang Anda inginkan. Anak juga mengalami hal yang sama. Jika ia tidak dapat membuat Anda melakukan
keinginannya, maka ia akan berusaha memegang kendali agar Anda melakukan sesuai
dengan keinginannya.
Anak juga mengalami hal yang sama.
Jika ia tidak dapat membuat Anda melakukan keinginannya, maka ia akan
berusaha memegang kendali agar Anda melakukan sesuai dengan keinginannya.
Tenang saja, Anda tidak seorang diri mengalami hal ini, jutaan orang tua
mengalami hal yang sama setiap harinya.
Namun orangtua yang baik akan belajar mengendalikan kebutuhan dirinya
untuk memegang kendali dan mempelajari cara mendidik anak yang baik.
Penyebab Timbulnya Perebutan Kekuasaan
Tumbuh dewasa berarti bahwa seorang anak dapat lebih banyak
mengendalikan sendiri hidupnya. Hal ini
merupakan proses alami yang tidak dapat dihindari. Ada dua faktor yang
menyulitkan anak untuk lebih mampu mengendalikan hidupnya.
1.
Masalah
pertama adalah : Anak menginginkan kendali yang tidak mau diberikan orang tua
kepadanya, atau orang tua menghendaki anak lebih banyak mengendalikan hidupnya
(kita menyebutnya tanggung jawab), tetapi anak tidak mau menerimanya.
2.
Masalah
kedua adalah : semakin besarnya ketidak-tergantungan yang menimbulkan keresahan
pada orang tua dan anak.
Keresahan
ini adalah akibat tidak jelas dan tidak terencananya perubahan. Yang satu tidak siap mengerjakan apa yang
dikehendaki pihak lain, apakah dalam hal waktu mandi, waktu belajar,
menggunakan motor, mobil, dan lain sebagainya.
Orang tua berpendapat
apabila mereka tidak dapat mengatur, anak akan melakukan tindakan yang salah,
dan mungkin berbahaya. Sedangkan anak
beranggapan bahwa ia mampu membuat keputusan sendiri.
Dengan terus menerus
munculnya berbagai kesulitan semacam ini, tidaklah sulit bagi kita untuk
melihat mengapa kita terlibat dalam perebutan kekuasaan.
Ada kalanya orang tua
pulang ke rumah setelah lelah seharian bekerja, belum lagi stres di
pekerjaannya, tekanan hidup dan berbagai masalah yang dihadapi, sehingga ia
tidak tahan dan menumpahkannya ke seluruh keluarga, terutama anak yang tidak mengerjakan
apa yang diinginkan orang tua.
Orang tua paling bijak
sekalipun kadang mendapati dirinya merasa tidak berdaya dan melampiaskan
ketidakerdayaannya pada keluarga.
Konflik antara orang tua dan anak terjadi karena orang tua menghendaki
hal-hal (termasuk waktu dan perhatian) yang terbatas di dalam keluarganya,
sehingga ia merasa belum maksimal dalam menerapkan cara mendidik anak yang
baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar