Jumat, 20 Desember 2013

Cara Mendidik Anak Yang Baik : Kenali Penyebab Timbulnya Perebutan Kekuasaan

Cara mendidik anak yang baik salah satunya adalah dengan mengenali penyebab timbulnya perebutan kekuasaan.  Banyak perebutan kekuasaan yang terjadi akibat orang tua merasa perlu mengendalikan hal-hal yang sebenarnya menjadi tanggung jawab anak, bahkan di saat anak masih balita maupun bayi.  Yaitu bilamana anak tidak mengerjakan tepat seperti yang Anda inginkan, maka Anda akan berusaha mengendalikan anak dengan cara apapun agar anak mengerjakan sesuatu sesuai dengan yang Anda inginkan.  Anak juga mengalami hal yang sama.  Jika ia tidak dapat membuat Anda melakukan keinginannya, maka ia akan berusaha memegang kendali agar Anda melakukan sesuai dengan keinginannya.

Anak juga mengalami hal yang sama.  Jika ia tidak dapat membuat Anda melakukan keinginannya, maka ia akan berusaha memegang kendali agar Anda melakukan sesuai dengan keinginannya.

Tenang saja, Anda tidak seorang diri mengalami hal ini, jutaan orang tua mengalami hal yang sama setiap harinya.  Namun orangtua yang baik akan belajar mengendalikan kebutuhan dirinya untuk memegang kendali dan mempelajari cara mendidik anak yang baik.

Penyebab Timbulnya Perebutan Kekuasaan

Tumbuh dewasa berarti bahwa seorang anak dapat lebih banyak mengendalikan sendiri hidupnya.  Hal ini merupakan proses alami yang tidak dapat dihindari. Ada dua faktor yang menyulitkan anak untuk lebih mampu mengendalikan hidupnya. 

1.       Masalah pertama adalah : Anak menginginkan kendali yang tidak mau diberikan orang tua kepadanya, atau orang tua menghendaki anak lebih banyak mengendalikan hidupnya (kita menyebutnya tanggung jawab), tetapi anak tidak mau menerimanya.

2.       Masalah kedua adalah : semakin besarnya ketidak-tergantungan yang menimbulkan keresahan pada orang tua dan anak.
Keresahan ini adalah akibat tidak jelas dan tidak terencananya perubahan.  Yang satu tidak siap mengerjakan apa yang dikehendaki pihak lain, apakah dalam hal waktu mandi, waktu belajar, menggunakan motor, mobil, dan lain sebagainya.

Orang tua berpendapat apabila mereka tidak dapat mengatur, anak akan melakukan tindakan yang salah, dan mungkin berbahaya.  Sedangkan anak beranggapan bahwa ia mampu membuat keputusan sendiri.
Dengan terus menerus munculnya berbagai kesulitan semacam ini, tidaklah sulit bagi kita untuk melihat mengapa kita terlibat dalam perebutan kekuasaan. 

Ada kalanya orang tua pulang ke rumah setelah lelah seharian bekerja, belum lagi stres di pekerjaannya, tekanan hidup dan berbagai masalah yang dihadapi, sehingga ia tidak tahan dan menumpahkannya ke seluruh keluarga, terutama anak yang tidak mengerjakan apa yang diinginkan orang tua.

Orang tua paling bijak sekalipun kadang mendapati dirinya merasa tidak berdaya dan melampiaskan ketidakerdayaannya pada keluarga.  Konflik antara orang tua dan anak terjadi karena orang tua menghendaki hal-hal (termasuk waktu dan perhatian) yang terbatas di dalam keluarganya, sehingga ia merasa belum maksimal dalam menerapkan cara mendidik anak yang baik.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar