Jumat, 27 Desember 2013

Kesalahan Orang Tua Dalam Mendidik Anak Dalam Hal Mengendalikan Diri Sendiri

Kesalahan orang tua dalam mendidik anak pada umumnya adalah beranggapan bahwa mereka harus mengendalikan anak mereka.  Padahal sesungguhnya, orang tua yang tidak dapat mengendalikan dirinya tidak dapat mengendalikan anak mereka.  Banyak orang tua yang beranggapan salah bahwa ia sudah mengendalikan dirinya.  Apabila benar demikian halnya, maka jumlah penyiksaan terhadap anak, perceraian, penganiayaan, terapi dan buku-buku mengenai cara membesarkan anak tentu akan berjumlah lebih sedikit.

Sebagian besar orang tua kadang-kadang tidak dapat mengendalikan diri, sebagian lagi tidak dapat mengendalikan diri hampir sepanjang waktu.  Orang tua yang terlibat dalam perebutan kekuasaan dengan anaknya itu tidak mampu menguasai mereka dan tidak berhasil menghadapi anak. 

Bilamana seseorang tidak mampu mengendalikan diri, emosinya meluap-luap, kita menganggap orang tersebut mudah marah, murung, suka bermusuhan atau perasaannya mudah goyah.  Emosi yang berlebihan merupakan pertanda bahwa seseorang tidak bisa mengendalikan dirinya.  Padahal mengendalikan diri sendiri adalah kunci dalam mengendalikan anak anda.

Tetapi orang dewasa sering bersikap seakan-akan mampu menguasai diri di saat mereka sebenarnya tidak, inilah Kesalahan orang tua dalam mendidik anak yang tidak mereka sadari.  Itulah sebabnya mereka memukul anak atau menyerang integritas anak dengan cara lain.  Mereka bertindak seakan-akan menguasai diri sewaktu sedang kehabisan akal dan tidak tahu apa yang harus dilakukannya.

Kehilangan kendali berarti Anda tidak mempunyai pilihan.  Semua pilihan yang telah Anda coba tidak berhasil.  Dapat menguasai diri atau tidak berdaya adalah masalah punya atau tidaknya pilihan.  Menjadi orang tua yang baik tidaklah hanya mengikuti naluri.  Orang tua yang lebih baik dibanding orang tua rata-rata telah memikirkan konsekuensi semua tindakan mereka sebelum bertindak.  Mereka menyadari semua pilihan yang ada untuk menghadapi segala situasi. Perebutan kekuasaan adalah pendorong untuk mempelajari semua pilihan Anda dalam menghadapi anak.  Perebutan kekuasaan tidak berarti bahwa Anda perlu lebih banyak mengendalikannya.

Sebenarnya sebagian besar orang tua tidak suka memarahi anak.  Banyak yang merasa bersalah karena tidak saja mereka kehilangan kendali, tetapi juga karena mereka menganggap perilaku buruk anaknya sebagai tanda bahwa mereka telah gagal sebagai orang tua.  Namun demikian, meskipun Anda tentunya tidak merasa nyaman bilamana kehilangan kendali atau anak berperilaku buruk, ingatlah bahwa setiap orang pernah berbuat salah.  Ingatlah bahwa rasa bersalah atau cemas atas ketidakmampuan Anda akan memberi hasil yang berlawanan dengan yang diharapkan.

Beberapa orang dapat lebih mengendalikan diri dibandingkan dengan orang lain, bahkan ada yang tampaknya terlalu berlebihan dalam mengendalikan diri, dengan tidak pernah memperlihatkan kelemahan atau emosinya, ini juga merupakan salah satu kesalahan orang tua dalam mendidik anak  .  Manusia adalah makhluk yang emosional.  Terus menerus menekan emosi Anda tidak membantu anak belajar mengendalikan emosinya.  Anak mendapat banyak keuntungan dari mengamati semua kelemahan emosinya.  Namun anak akan lebih banyak lagi mendapatkan keuntungan dengan menyaksikan bagaimana orang tuanya menghadapi dan mengatasi semua kelemahan mereka.


Mengendalikan diri sendiri bukan berarti Anda tidak pernah marah, terluka atau bermusuhan.  Anda lebih mudah menguasai diri jika Anda memiliki beberapa pilihan untuk menghadapi suatu situasi, karena Anda dapat memilih alternatif yang terbaik (atau yang paling diperlukan).  Yang mengejutkan yaitu Anda tidak perlu memilih yang “baik”, asalkan pilihan tersebut benar-benar ingin Anda coba.  Contohnya adalah dengan menyendiri ke ruang lain.  Karena untuk mengakhiri perebutan kekuasaan cukup mengubah polanya, maka pilihan Anda harus rasional dan logis, yaitu yang ingin Anda lakukan dan tidak melukai Anda atau anak Anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar