Kesalahan orang tua dalam mendidik anak pada umumnya adalah beranggapan bahwa mereka harus
mengendalikan anak mereka. Padahal sesungguhnya,
orang tua yang tidak dapat mengendalikan dirinya tidak dapat mengendalikan anak
mereka. Banyak orang tua yang
beranggapan salah bahwa ia sudah mengendalikan dirinya. Apabila benar demikian halnya, maka jumlah
penyiksaan terhadap anak, perceraian, penganiayaan, terapi dan buku-buku
mengenai cara membesarkan anak tentu akan berjumlah lebih sedikit.
Sebagian besar orang
tua kadang-kadang tidak dapat mengendalikan diri, sebagian lagi tidak dapat
mengendalikan diri hampir sepanjang waktu.
Orang tua yang terlibat dalam perebutan kekuasaan dengan anaknya itu
tidak mampu menguasai mereka dan tidak berhasil menghadapi anak.
Bilamana seseorang
tidak mampu mengendalikan diri, emosinya meluap-luap, kita menganggap orang
tersebut mudah marah, murung, suka bermusuhan atau perasaannya mudah goyah. Emosi yang berlebihan merupakan pertanda
bahwa seseorang tidak bisa mengendalikan dirinya. Padahal mengendalikan diri sendiri adalah
kunci dalam mengendalikan anak anda.
Tetapi orang dewasa
sering bersikap seakan-akan mampu menguasai diri di saat mereka sebenarnya
tidak, inilah Kesalahan orang tua dalam
mendidik anak yang tidak
mereka sadari. Itulah sebabnya mereka
memukul anak atau menyerang integritas anak dengan cara lain. Mereka bertindak seakan-akan menguasai diri
sewaktu sedang kehabisan akal dan tidak tahu apa yang harus dilakukannya.
Kehilangan kendali
berarti Anda tidak mempunyai pilihan.
Semua pilihan yang telah Anda coba tidak berhasil. Dapat menguasai diri atau tidak berdaya
adalah masalah punya atau tidaknya pilihan.
Menjadi orang tua yang baik tidaklah hanya mengikuti naluri. Orang tua yang lebih baik dibanding orang tua
rata-rata telah memikirkan konsekuensi semua tindakan mereka sebelum
bertindak. Mereka menyadari semua
pilihan yang ada untuk menghadapi segala situasi. Perebutan kekuasaan adalah
pendorong untuk mempelajari semua pilihan Anda dalam menghadapi anak. Perebutan kekuasaan tidak berarti bahwa Anda
perlu lebih banyak mengendalikannya.
Sebenarnya sebagian
besar orang tua tidak suka memarahi anak.
Banyak yang merasa bersalah karena tidak saja mereka kehilangan kendali,
tetapi juga karena mereka menganggap perilaku buruk anaknya sebagai tanda bahwa
mereka telah gagal sebagai orang tua.
Namun demikian, meskipun Anda tentunya tidak merasa nyaman bilamana
kehilangan kendali atau anak berperilaku buruk, ingatlah bahwa setiap orang
pernah berbuat salah. Ingatlah bahwa
rasa bersalah atau cemas atas ketidakmampuan Anda akan memberi hasil yang
berlawanan dengan yang diharapkan.
Beberapa orang dapat
lebih mengendalikan diri dibandingkan dengan orang lain, bahkan ada yang
tampaknya terlalu berlebihan dalam mengendalikan diri, dengan tidak pernah
memperlihatkan kelemahan atau emosinya, ini juga merupakan salah satu kesalahan orang tua dalam
mendidik anak .
Manusia adalah makhluk yang emosional.
Terus menerus menekan emosi Anda tidak membantu anak belajar
mengendalikan emosinya. Anak mendapat
banyak keuntungan dari mengamati semua kelemahan emosinya. Namun anak akan lebih banyak lagi mendapatkan
keuntungan dengan menyaksikan bagaimana orang tuanya menghadapi dan mengatasi
semua kelemahan mereka.
Mengendalikan diri
sendiri bukan berarti Anda tidak pernah marah, terluka atau bermusuhan. Anda lebih mudah menguasai diri jika Anda
memiliki beberapa pilihan untuk menghadapi suatu situasi, karena Anda dapat
memilih alternatif yang terbaik (atau yang paling diperlukan). Yang mengejutkan yaitu Anda tidak perlu
memilih yang “baik”, asalkan pilihan tersebut benar-benar ingin Anda coba. Contohnya adalah dengan menyendiri ke ruang
lain. Karena untuk mengakhiri perebutan
kekuasaan cukup mengubah polanya, maka pilihan Anda harus rasional dan logis,
yaitu yang ingin Anda lakukan dan tidak melukai Anda atau anak Anda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar